Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Khofifah Serahkan Bantuan Sosial untuk 350 Warga Tulungagung, Dorong Penguatan Ekonomi

14 Mei 2026 | 22:32 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T15:32:35Z
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial kepada 350 warga Tulungagung melalui program Sapa Bansos untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Solidaritas.Online - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat melalui program Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Kamis (14/5/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 350 warga Tulungagung menerima berbagai bentuk bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda Tulungagung, Penjabat Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan Bank Jatim Cabang Tulungagung, para camat, Ketua Muslimat NU Cabang Tulungagung, hingga para pilar sosial seperti SDM PKH, TKSK, TAGANA, dan tim Jatim Social Care.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat Tulungagung. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur Khofifah menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kehadiran Ibu Gubernur di Tulungagung menjadi wujud perhatian pemerintah provinsi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Baharudin dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, penerima manfaat dalam program Sapa Bansos tahun ini berasal dari berbagai kategori bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat. Rinciannya meliputi penerima PKH Plus, ASPD, program Putri Jawara, kelompok ekonomi produktif, zakat produktif, bantuan Jatim Puspa, hingga anak yatim.

Selain penerima bantuan, kegiatan tersebut juga melibatkan tenaga pendamping sosial yang selama ini aktif di lapangan, seperti TKSK, SDM PKH, personel TAGANA, dan anggota Jatim Social Care.

Menurut Ahmad Baharudin, bantuan sosial yang diberikan tidak hanya bertujuan membantu kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang dinilai terus berjalan positif dalam upaya menekan angka kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat,” katanya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program bantuan sosial merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khofifah, keberhasilan program sosial membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah agar bantuan yang diberikan dapat saling melengkapi dan tepat sasaran.

“Program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus berjalan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Khofifah.

Melalui program Sapa Bansos, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap bantuan yang disalurkan mampu membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga Tulungagung secara berkelanjutan.


(Dadang) 
×
Berita Terbaru Update