Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diduga Salah Diagnosis, Keluarga Pasien Keluhkan Dokter IGD RS Handayani Kotabumi

21 April 2026 | 21:57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T14:57:21Z
Keluarga pasien di RS Handayani Kotabumi, Lampung Utara, keluhkan dugaan salah diagnosis oleh dokter IGD yang menyarankan pasien ke poli jiwa, padahal hasil laboratorium menunjukkan indikasi infeksi saluran kemih.

Solidaritas.Online - Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, setelah seorang pasien diduga menerima diagnosis yang tidak sesuai dengan keluhan yang dialami.

Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan sakit perut, sesak napas, dan sering buang air kecil. Namun, pihak keluarga mengaku terkejut karena dokter jaga justru menyarankan pasien untuk dirujuk ke poli kejiwaan.

"Kami tidak terima. Adik kami ini keluhannya sakit perut, sesak napas, dan sering buang air kecil, kok malah disarankan ke poli jiwa. Itu kan aneh," ujar salah satu anggota keluarga pasien.

Merasa tidak puas, keluarga kemudian mengajukan pengaduan ke bagian layanan pengaduan rumah sakit yang selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak humas RS Handayani pada 17 April 2026.

Setelah dilakukan koordinasi, pihak rumah sakit akhirnya memutuskan untuk merawat pasien sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk tes urine dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian menunjukkan adanya indikasi medis yang berbeda. 

Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa terdapat darah dalam urine pasien yang mengarah pada dugaan infeksi saluran kemih.

"Dokter menjelaskan kepada saya bahwa hasil laboratorium urine ada darahnya, diduga infeksi saluran kencing," ujar pasien kepada awak media.

Keluarga pasien menyayangkan tindakan dokter IGD yang dinilai terburu-buru dalam memberikan diagnosis awal.

"Kami berharap ke depannya pihak rumah sakit dan seluruh dokter tidak terburu-buru dalam mendiagnosis pasien, karena bisa menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran bagi keluarga," tambah pihak keluarga.

Mereka juga meminta dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja tenaga medis agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


(Yosef) 
×
Berita Terbaru Update