Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Didampingi Plt. Bupati Ahmad Baharudin, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Sekolah dan Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung

14 Mei 2026 | 22:21 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T15:21:42Z
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi SMK di Tulungagung. Program ini diharapkan mencetak generasi siap kerja, berwirausaha, dan berdaya saing tinggi.

Solidaritas.Online - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana serta prasarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. 

Peresmian yang dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis (14/5/2026) tersebut turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia industri serta teknologi di masa depan.

Selain meresmikan revitalisasi sekolah, Khofifah juga menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program SIKAP yang ditandai dengan kegiatan panen hasil pertanian dan penebaran benih di lingkungan sekolah. 

Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun pendidikan berbasis keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah melalui keterlibatan aktif para siswa.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas SMA/SMK/SLB wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, para kepala sekolah, tenaga pendidik, hingga perwakilan dunia usaha dan dunia industri yang menjadi mitra pendidikan vokasi.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Tulungagung. 

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi sekolah bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika industri yang terus berkembang,” ujar Ahmad Baharudin.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang siap memasuki dunia kerja, kreatif, inovatif, dan mandiri. 

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri harus terus diperkuat agar lulusan sekolah kejuruan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Ahmad juga menilai Program SIKAP memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter siswa, menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada siswa, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya sektor pertanian dan ketahanan pangan di tengah tantangan global saat ini.

“SMKN 1 Tulungagung diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan talenta vokasi yang inovatif dan produktif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi pembangunan pendidikan bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. 

Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan, dan memiliki daya saing tinggi.

Melalui momentum ini, diharapkan revitalisasi sekolah dan pelaksanaan Program SIKAP dapat membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Jawa Timur

Tolong ubah berita tersebut menjadi lebih menarik dan mudah di pahami pembaca dan ubah judul berita menjadi judul yang menarik minta pembaca 

Khofifah Resmikan Revitalisasi SMK di Tulungagung, Ahmad Baharudin: Siapkan Generasi Siap Kerja dan Wirausaha
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Kamis (14/5/2026).

Peresmian yang dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung itu turut didampingi Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

Program revitalisasi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi perkembangan dunia industri maupun teknologi di masa depan.

Tak hanya meresmikan pembangunan sekolah, Khofifah juga menyaksikan langsung pelaksanaan Program SIKAP melalui kegiatan panen hasil pertanian dan penebaran benih di lingkungan sekolah. 

Program tersebut dinilai mampu membangun pendidikan berbasis keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dengan melibatkan siswa secara aktif.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, kepala sekolah, tenaga pendidik, hingga perwakilan dunia usaha dan industri yang menjadi mitra pendidikan vokasi.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika industri yang terus berkembang,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia menegaskan, revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sistem pendidikan yang modern dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan siap memasuki dunia kerja. 

Karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Ahmad Baharudin juga menilai Program SIKAP memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter siswa, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga jiwa kewirausahaan sejak dini.

“SMKN 1 Tulungagung diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan talenta vokasi yang inovatif dan produktif, sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi pembangunan pendidikan bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Melalui revitalisasi sekolah dan pelaksanaan Program SIKAP ini, diharapkan mutu pendidikan di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan semakin meningkat serta mampu mencetak sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing tinggi.


(Dadang) 
×
Berita Terbaru Update