Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tingkatkan Sistem Kegawatdaruratan, RSD Soebandi Jember Studi Banding ke Tulungagung

31 Maret 2026 | 15:02 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T08:02:46Z
RSD dr. Soebandi Jember melakukan studi banding ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mempelajari pengembangan sistem PSC 119 guna meningkatkan layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat.

Solidaritas.Online - Upaya peningkatan kualitas layanan kegawatdaruratan terus dilakukan berbagai rumah sakit di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember yang melakukan studi banding ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, Senin (30/03/2026), guna mempelajari sistem Public Safety Center (PSC) 119.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Instalasi IGD RSD dr. Soebandi Jember, dr. Dwiyanto Oktavia, Sp.OT., M.Ked.Klin, bersama jajaran manajemen dan tenaga medis. 

Rombongan diterima oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, M.MRS, di ruang Conference Gedung IDIK lantai 2.

Dalam kesempatan itu, dr. Dwiyanto menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sistem PSC di Jember yang dinilai masih perlu pengembangan.

“Kami berharap dapat memperoleh ilmu dan pengalaman dari RSUD dr. Iskak yang telah lebih dulu mengembangkan PSC 119 secara optimal, sehingga bisa kami terapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara menegaskan bahwa keberhasilan implementasi PSC 119 tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan juga pada proses panjang, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Pengembangan PSC membutuhkan komitmen yang kuat. RSUD dr. Iskak memulai proses ini sejak 2013 dan baru resmi berjalan pada 2015,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam tahap awal pengembangan, pihaknya bahkan mengirimkan tenaga medis untuk belajar ke luar negeri guna memperdalam sistem layanan kegawatdaruratan.

“Dukungan pimpinan daerah menjadi faktor penting. Tanpa itu, sistem seperti PSC 119 tidak akan berjalan maksimal,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dr. Hari Adityo Nugroho, Sp.EM yang mengulas perjalanan pembentukan PSC 119 hingga strategi menjaga konsistensi layanan. 

Ia menjelaskan bahwa PSC 119 RSUD dr. Iskak tidak hanya menangani kondisi darurat medis, tetapi juga non-medis melalui koordinasi lintas sektor.

Sebagai penutup, rombongan melakukan kunjungan langsung ke pusat layanan PSC 119 untuk melihat operasional di lapangan secara nyata.


(Dadang) 
×
Berita Terbaru Update