![]() |
| Kinerja gemilang Tulungagung tahun 2025, pertumbuhan ekonomi capai 5,75 persen dan pendapatan daerah melampaui target. Berbagai penghargaan nasional turut diraih. |
Solidaritas.Online - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung yang digelar Jumat (27/3) menjadi momentum penting dalam pemaparan capaian pembangunan selama tahun anggaran 2025. Sejumlah indikator menunjukkan hasil yang positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga kinerja keuangan daerah.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,75 persen, melampaui capaian Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33 persen. Angka tersebut sekaligus menjadi pencapaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi kebijakan pembangunan yang dijalankan secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Hasil ini menunjukkan bahwa arah pembangunan yang kita tempuh sudah tepat dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah juga melampaui target. Total pendapatan mencapai Rp3,04 triliun atau 105,98 persen dari target. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatatkan kinerja lebih tinggi dengan realisasi sebesar 114,33 persen.
Tak hanya itu, berbagai penghargaan nasional turut diraih sepanjang tahun 2025. Kabupaten Tulungagung berhasil menempati peringkat ke-7 dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif melalui Innovative Government Award, serta memperoleh Top Digital Award yang diraih RSUD dr. Iskak. Status sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Utama juga kembali dipertahankan.
Di sisi legislatif, Ketua DPRD Tulungagung Marsono menyampaikan bahwa sebanyak 38 rancangan peraturan daerah (ranperda) untuk tahun 2026 telah memasuki tahap akhir penyempurnaan. Seluruh rancangan tersebut telah melalui proses sinkronisasi dengan Biro Hukum Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan komitmen DPRD untuk menyelesaikan seluruh ranperda tepat waktu guna mendukung kelancaran program pembangunan ke depan.
“Landasan hukum yang kuat menjadi kunci agar pelaksanaan pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Rapat paripurna ditutup dengan kegiatan halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan antara eksekutif dan legislatif dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah.
Dengan capaian yang diraih sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis mampu menjaga tren positif dan terus mendorong pembangunan berkelanjutan di tahun 2026.
(Dadang)
