Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ibu Rumah Tangga di Lampung Utara Keluhkan Mahalnya Harga MinyaKita

11 Mei 2026 | 21:21 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-11T14:21:38Z
Warga Lampung Utara mengeluhkan mahalnya harga dan kelangkaan MinyaKita di sejumlah pasar. Harga minyak goreng subsidi itu bahkan mencapai Rp22 ribu per liter, jauh di atas HET pemerintah.

Solidaritas.Online - Sejumlah warga di Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng subsidi merek MinyaKita serta kelangkaannya di sejumlah pasar tradisional.

Kelangkaan stok MinyaKita di beberapa wilayah disebut memicu kenaikan harga yang cukup tinggi di pasaran. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Namun di lapangan, harga MinyaKita dilaporkan mencapai Rp22.000 per liter.

Salah seorang warga mengaku terpaksa membeli minyak goreng dengan harga di atas ketentuan pemerintah karena sulit mendapatkan stok.

“Saya beli di pasar kalangan Rp22.000. Padahal harga sudah diatur pemerintah Rp15.700,” ujar seorang warga kepada awak media, Minggu (11/5/2026).

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, segera melakukan pengawasan dan mengambil langkah untuk menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan MinyaKita di pasaran.

Menurut warga, tingginya harga minyak goreng sangat berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara belum memberikan keterangan resmi terkait mahalnya harga dan kelangkaan MinyaKita di sejumlah pasar.


(Yosef) 
×
Berita Terbaru Update