Solidaritas.Online - Aku rindu dekapan alam.
Di saat kepercayaan diri ini runtuh,
saat langkah terasa tanpa arah,
dan hati tak punya tempat untuk mengadu.
Dalam diam, yang terbayang hanya satu:
kembali ke alam… ke gunung.
Tanpa perlu kata-kata,
alam selalu mendengar.
Ia tak pernah pura-pura,
ia menerima semua keluhan tanpa menghakimi.
Aku rindu kabut gunung—
kabut yang membawa damai,
yang memeluk tanpa bertanya,
yang menenangkan tanpa syarat.
Aku rindu dinginnya,
sunyi yang justru menghidupkan,
hampa yang justru menenangkan.
Di sana,
aku bisa menumpahkan segala resah,
mengurai kusut pikiran,
dan berdamai dengan diri sendiri.
Dan setiap kali pulang dari alam,
entah bagaimana,
semua terasa lebih ringan.
Seolah beban itu tertinggal di antara pepohonan,
dan pikiranku kembali lapang.
Mungkin itu sebabnya,
aku selalu ingin kembali—
kembali pada dekapan yang tak pernah mengkhianati:
alam.
