![]() |
| Ribuan siswa di Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, mengeluhkan paket MBG dari SPPG Cempaka Putih yang berisi semangka busuk dan diduga tidak layak konsumsi. |
Solidaritas.Online - Ribuan siswa di Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan paket buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi. Dalam paket yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempaka Putih, ditemukan buah semangka yang terlihat busuk dan masih muda.
Keluhan tersebut ramai disampaikan oleh para orang tua siswa, khususnya dari siswa SD 02 Cempaka Putih, setelah paket makanan dibagikan pada 14 Maret 2026.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan program nasional pemerintah Indonesia yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.
Program MBG diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Sementara itu, lembaga penyelenggaranya yaitu Badan Gizi Nasional (BGN) diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.
Adapun pedoman teknis operasional di lapangan mengacu pada SK Juknis Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025, sedangkan aspek keamanan pangan merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Meski telah diatur melalui berbagai regulasi yang ketat, di lapangan masih ditemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program tersebut. Mulai dari laporan keracunan massal, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, hingga makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Seperti yang terjadi di SPPG Cempaka Putih, di mana buah semangka yang dibagikan kepada siswa di SD 02 Cempaka Putih diduga dalam kondisi busuk dan terlihat masih muda, sehingga tidak layak dikonsumsi.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.
“Ya benar, buah semangka yang diterima anak-anak terlihat busuk dan masih muda, warnanya putih pucat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus keracunan pada siswa setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Kami sangat kecewa, karena sebelumnya juga pernah terjadi. Setelah memakan makanan dari SPPG Cempaka Putih, beberapa anak mengalami keracunan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, mi yang dikonsumsi mengandung bakteri berbahaya,” imbuhnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait mekanisme kerja, pengawasan, serta tanggung jawab dari pihak SPPG Cempaka Putih dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.
Sejumlah wali murid berharap pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terlebih jika sampai membahayakan kesehatan anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Cempaka Putih yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembagian buah semangka yang busuk dan tidak layak konsumsi tersebut.
(Yosef)
