![]() |
| Politeknik Jatiluhur gelar workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian dan pembelajaran di Purwakarta, dorong mahasiswa dan akademisi siap hadapi era digital. |
Solidaritas.Online - Di tengah laju perubahan teknologi yang semakin cepat, Politeknik Jatiluhur terus mengambil peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan adaptif, Sabtu 25/4/26.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berkomitmen pada inovasi dan relevansi industri, Politeknik Jatiluhur tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi mutakhir dalam dunia pendidikan dan penelitian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan workshop bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas” yang diselenggarakan di Hotel Prime Plaza Purwakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru berbagai jenjang, dosen, serta mahasiswa.
Hadir sebagai pembicara utama, Hetifah Sjaifudian selaku Ketua Komisi X DPR RI, yang menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, mahasiswa saat ini hidup di era perubahan teknologi tercepat dalam sejarah. Akses terhadap ilmu pengetahuan semakin terbuka, namun di sisi lain kompetisi juga semakin ketat.
“Dunia kerja berubah sangat cepat. Profesi baru bermunculan, sementara keterampilan lama mulai tergeser. AI kini menjadi salah satu penentu daya saing generasi muda. Karena itu, kampus harus menyiapkan mahasiswa bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk unggul,” tegas Hetifah.
Ia juga menekankan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan sumber keunggulan kompetitif. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan AI dengan baik akan memiliki berbagai kelebihan, mulai dari memahami materi lebih cepat, menyelesaikan tugas secara sistematis, hingga menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas.
Bahkan, AI membuka peluang untuk membangun inovasi, bisnis digital, dan solusi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Naraya Jatiluhur, Siswanda H. Sumarto, menyampaikan bahwa Artificial Intelligence menghadirkan peluang luar biasa, baik dalam penelitian maupun pembelajaran.
“Dalam penelitian, AI mampu mempercepat proses pengolahan dan analisis data, bahkan membantu simulasi yang kompleks. Sedangkan dalam pembelajaran, AI memungkinkan personalisasi pendidikan, memperkaya metode pengajaran, serta membuka akses terhadap sumber pengetahuan yang sangat luas,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan peneliti dan akademisi, yaitu Prof. Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T. dari Pusat Mekatronika Cerdas BRIN RI serta Dr. Viddi Mardiansyah, S.Si., M.T., yang membahas implementasi AI secara praktis dalam riset dan proses pembelajaran.
Workshop dipandu oleh Ketua Yayasan Naraya Jati Luhur, Musa Yosep, yang berperan sebagai moderator, memastikan diskusi berjalan dinamis dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Jatiluhur menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman.
AI bukan lagi masa depan, melainkan realitas hari ini. Mereka yang adaptif dan produktif dalam memanfaatkan teknologi akan melaju lebih cepat dibandingkan yang enggan bertransformasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di era digital.
