Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penguatan IHSG Jadi Alarm Kebijakan, Bukan Sekadar Selebrasi

03 Februari 2026 | 20:02 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-03T13:02:43Z
Penguatan IHSG sebesar 2,52 persen dinilai positif, namun ekonom menilai masih bersifat rebound teknikal dan belum mencerminkan pemulihan fundamental pasar.

Solidaritas.Online - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,52 persen pada penutupan perdagangan hari ini menjadi sinyal positif bagi pasar. Namun demikian, lonjakan tersebut belum bisa dibaca sebagai tanda pemulihan struktural pasar modal secara menyeluruh.

Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menilai, kenaikan IHSG kali ini lebih tepat dipahami sebagai rebound teknikal yang dipicu faktor psikologis pasar, bukan cerminan perbaikan fundamental yang solid.

“Kenaikan 2,52 persen ini menunjukkan pasar masih memiliki daya lenting yang kuat. Tetapi harus jujur dikatakan, ini lebih banyak didorong oleh bargain hunting dan penutupan posisi jual, bukan karena kepercayaan investor sudah pulih sepenuhnya,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menambahkan, kondisi pasar saat ini sejatinya tengah menguji konsistensi regulator dan otoritas pasar, terutama dalam upaya membangun kembali kredibilitas serta transparansi tata kelola.

“Investor, khususnya asing, tidak hanya melihat angka indeks. Mereka menilai kepastian aturan, kualitas pengawasan, serta kecepatan respons otoritas saat terjadi tekanan ekstrem. Tanpa itu, penguatan seperti hari ini rawan bersifat temporer,” tegasnya.

Menurut Noviardi, reli pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh arus dana asing yang berkelanjutan, bukan semata dominasi investor domestik atau sentimen sesaat.

“Jika dalam beberapa hari ke depan tidak diikuti net buy asing dan penguatan sektor-sektor fundamental, maka pasar berpotensi kembali volatil. Karena itu, euforia adalah musuh terbesar investor saat fase seperti ini,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa momentum penguatan IHSG hari ini seharusnya menjadi alarm kebijakan, bukan sekadar bahan selebrasi.

“Pasar sudah memberi sinyal bahwa ketika kepercayaan disentuh, indeks bisa pulih cepat. Tantangannya adalah apakah regulator mampu mengubah momentum ini menjadi pemulihan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan demikian, meskipun penguatan IHSG patut diapresiasi, pelaku pasar tetap diimbau untuk bersikap rasional, selektif, dan disiplin dalam mengelola risiko, sembari menunggu konfirmasi lanjutan dari sisi fundamental dan kebijakan.
×
Berita Terbaru Update