Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tanggul Irigasi Way Bumi Agung Longsor, Petani Kecewa Proyek APBN Rp12,8 Miliar Dipertanyakan

23 Januari 2026 | 02:17 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T19:17:46Z
Tanggul irigasi Way Bumi Agung di Desa Srijaya, Lampung Utara, longsor meski baru direhabilitasi dengan dana APBN Rp12,8 miliar. Petani kecewa dan mempertanyakan pengawasan proyek.

Solidaritas.Online - Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Way Bumi Agung yang berlokasi di Desa Srijaya, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, dilaporkan mengalami longsor meski baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

Proyek yang dilaksanakan oleh PT Bajasa Manunggal Sejati tersebut dikerjakan sejak Juli hingga Desember 2025, dengan nilai kontrak lebih dari Rp12,8 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tanggul irigasi yang baru direhabilitasi sudah mengalami longsor di beberapa titik. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak maksimal, terkesan asal-asalan, serta lemahnya pengawasan selama pelaksanaan proyek.

Kekecewaan pun dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari aliran irigasi tersebut.

Pirli, salah satu masyarakat Desa Srijaya sekaligus petani pengguna air irigasi sangat kecewa, "setiap ada rehabilitasi irigasi selalu mengalami kegagalan, belum sempat kami menikmati hasil pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di tempat kami ko sudah rusak lagi,” paparnya kepada awak media, Kamis (22/01/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Irigasi Way Bumi Agung, yang membenarkan adanya longsor di beberapa titik tanggul irigasi.

Tak hanya di tanggul BBA 4B, longsor juga ditemukan di sejumlah titik lainnya. Bahkan, beberapa gorong-gorong dilaporkan mengalami kebocoran, yang semakin memperparah kondisi jaringan irigasi tersebut.

Akibat kejadian ini, para petani mengaku masih ragu untuk menanam padi dan mengaktifkan kembali lahan persawahan mereka, karena khawatir tanggul irigasi kembali jebol dan mengancam tanaman.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah publik terkait sistem pengawasan proyek, baik dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) Bandar Lampung maupun konsultan pengawas yang bertugas selama proses pengerjaan berlangsung.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak Balai Besar maupun PT Bajasa Manunggal Sejati belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab longsornya tanggul irigasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau klarifikasi dari pihak BBWS-MS, konsultan pengawas, maupun pelaksana kegiatan terkait kerusakan pada proyek irigasi Way Bumi Agung tersebut.


(Sarwani)
×
Berita Terbaru Update