Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pertemuan BPC HIPMI Purwakarta di Cisalada Jadi Titik Awal Penguatan Marwah Pengusaha Muda

08 Januari 2026 | 14:42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-08T07:42:06Z
Pertemuan BPC HIPMI Purwakarta di Cisalada menjadi momentum awal penguatan marwah pengusaha muda, kebersamaan, dan konsolidasi organisasi menuju 2026.

Solidaritas.Online - Pengurus dan kader BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Purwakarta menggelar pertemuan dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Gudang Gilang Prawira Kusumah, kawasan Cisalada, Kabupaten Purwakarta. 

Pertemuan ini berlangsung secara informal, berawal dari komunikasi personal dan saling bertukar kabar yang kemudian berujung pada pertemuan langsung.

Ketua Umum BPC HIPMI Purwakarta, Arief Rachman firdaus , menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus momentum awal untuk memperkuat kembali jati diri HIPMI Purwakarta sebagai organisasi pengusaha muda.

“HIPMI Purwakarta harus mengembalikan marwahnya sebagai wadah pengusaha muda yang energik, menjaga integritas, profesional, memiliki jiwa petarung, serta menjunjung nilai saling berbagi dan saling menguatkan,” ujar Arif.

Ia menegaskan, di tengah tantangan dunia usaha yang semakin kompleks, pengusaha muda tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan semata. 

Menurutnya, nilai kebersamaan, etika usaha, serta keberanian mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah menjadi hal yang tidak terpisahkan.

Senada dengan hal tersebut, M. Ilham Taufik menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam tubuh HIPMI Purwakarta. Ia menyebut, tagline HIPMI saat ini adalah “Istimewa’ Babarengan”, yang memiliki makna sejalan dengan slogan Kabupaten Purwakarta.

“Tagline HIPMI saat ini adalah Istimewa’ Babarengan. Ini sama persis dengan semangat dan slogan Kota Purwakarta. Artinya, kita sebagai pengusaha harus berjalan bersama, tumbuh bersama, dan saling menguatkan,” kata Ilham.

Ilham pun menekankan bahwa pengusaha muda di Purwakarta harus membuktikan melalui karya nyata, kontribusi ekonomi, serta keberpihakan terhadap pengembangan potensi lokal, termasuk penguatan peran anggota HIPMI.

Sementara itu, Gilang Prawira Kusumah menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam dunia usaha. 

Ia menilai sudah saatnya anak muda Purwakarta mengambil peran lebih besar sebagai pengusaha, mengingat banyaknya potensi daerah yang masih dapat digarap.

“Jangan sampai anak muda Purwakarta hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Peluang usaha terbuka lebar dan harus diambil oleh generasi muda,” ujarnya.
Menurut Gilang, menjadi pengusaha dapat lahir dari berbagai latar belakang.

 Ia menyebut setidaknya terdapat tiga jalur dalam dunia kewirausahaan, yakni by nasab, by nasib, dan by design. 

Artinya, seseorang bisa menjadi pengusaha karena faktor keluarga, karena keadaan yang memaksa, maupun karena perencanaan dan pilihan sadar untuk membangun usaha.

Ia menambahkan, HIPMI memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang adaptif, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi dan konsolidasi internal HIPMI Purwakarta, sekaligus mempererat sinergi antaranggota dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia usaha ke depan. 

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi bagian dari persiapan pelantikan pengurus BPC HIPMI Purwakarta yang direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026.
×
Berita Terbaru Update