Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Sungkai Jaya Tolak Perbaikan Proyek Rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung yang Longsor

06 Februari 2026 | 03:42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-05T20:42:04Z
Warga petani Sungkai Jaya menolak perbaikan proyek rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung yang baru direhab namun kembali longsor. Diduga dikerjakan asal-asalan.

Solidaritas.Online - Warga petani pengguna air di Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, menolak perbaikan proyek rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Proyek yang baru selesai direhabilitasi tersebut dilaporkan kembali mengalami longsor.

Proyek rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung berlokasi di Desa Srijaya, Kecamatan Sungkai Jaya, tepatnya di titik BBA 4. Meski belum lama rampung, kondisi tanggul di sekitar gorong-gorong dilaporkan sudah mengalami longsor. 

Bahkan, timbunan tanah di sekitar lokasi membentuk terowongan cukup besar. Kondisi ini viral dan menjadi sorotan publik pada 5 Februari 2026.

Proyek tersebut dikerjakan oleh pemenang tender PT Bajasa Manunggal Sejati dengan pagu anggaran mencapai lebih dari Rp12,8 miliar. Namun, hasil pekerjaan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan. Warga menilai pekerjaan terkesan tidak memperhatikan kualitas dan ketahanan bangunan.

Sebagai penanggung jawab dari pihak kontraktor, disebutkan nama humas Alipiah dan Miptha selaku pengawas lapangan. Namun hingga kini, keduanya dinilai warga terkesan menghindar dan belum menunjukkan tanggung jawab yang jelas atas kerusakan tersebut.

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh para petani pengguna air yang selama ini menggantungkan kebutuhan pertanian pada saluran irigasi tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung. Dengan anggaran yang besar, baru hitungan hari sudah longsor, terutama di dekat timbunan gorong-gorong. Kami menduga pekerjaan ini dilakukan asal jadi," ujar warga kepada awak media Solidaritas.

Warga menegaskan bahwa kekecewaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pihak kontraktor, tetapi juga kepada instansi terkait.

"Kami sebagai warga petani pengguna air sangat kecewa dengan pihak pemborong PT Bajasa Manunggal Sejati dan pihak Balai Besar Mesuji Sekampung Bandar Lampung," lanjutnya.

Sebelumnya, telah dilakukan mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, kepala desa, camat, Babinsa, serta Polsek Sungkai Jaya. Dalam pertemuan tersebut, pihak kontraktor menyepakati akan melakukan perbaikan dengan membongkar timbunan yang longsor dan membentuk terowongan.

Namun, saat perbaikan berlangsung, warga petani pengguna air menilai pekerjaan hanya dilakukan dengan menimbun bagian luar tanpa pembongkaran menyeluruh. 

Hal ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait daya tahan hasil perbaikan tersebut dalam jangka panjang.

Kegelisahan warga semakin bertambah ketika muncul dugaan bahwa pihak kontraktor berupaya mengadu domba masyarakat dengan salah satu kepala desa. 

Hal ini terkait adanya surat yang diduga dirancang oleh pihak kontraktor, berisi pernyataan apresiasi warga dan pemerintah desa terhadap proyek rehabilitasi irigasi tersebut. 

Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perbaikan tanggul yang longsor justru ditolak oleh warga petani pengguna air dan tokoh masyarakat di Kecamatan Sungkai Jaya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun Balai terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai perbaikan tanggul Irigasi Way Bumi Agung yang mengalami longsor akibat erosi tersebut.

Warga dan tokoh masyarakat Sungkai Jaya berharap aparat penegak hukum (APH) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan mengusut pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi tersebut.


(Yosef) 
×
Berita Terbaru Update