![]() |
| Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik 108 pejabat akibat penyesuaian SOTK dan perubahan OPD, termasuk RSUD dr Soedomo naik kelas. |
Solidaritas.Online - Penghujung tahun 2025, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengambil sumpah dan pelantikan 108 Pejabat Tinggi Pratama hingga Pejabat Administrator di lingkup Pemkab Trenggalek.
Pelantikan ratusan pejabat di Lingkup Pemkab Trenggalek itu dalam rangka penyesuaian perubahan beberapa Organisasi Perangkat Daerah yang baru di Trenggalek.
Totalnya ada 8 Perangkat daerah yang berubah baik dikarenakan penggabungan maupun pemisahan serta ada perangkat daerah yang berubah nomenklaturnya.
Selain delapan OPD itu, ditambah dengan RSUD dr Soedomo karena rumah sakit milik Pemkab Trenggalek ini naik kelas dari Tipe C ke Tipe B. Dengan begitu ada beberapa perubahan struktur organisasinya sehingga perlunya dilakukan perubahan ulang.
Pada pengambilan sumpah dan jabatan ini ditegaskan oleh Bupati Trenggalek tidak ada yang promosi. Hampir semua dilantik pada posisi yang sama di Perangkat Daerah yang baru. Mungkin ada sebagian pejabat yang digeser karena ada OPD yang digabungkan sehingga posisi sekretarisnya salah satu harus dioptimalkan di tempat lain.
Salah satu diantaranya yang diambil sumpah dan pelantikan dalam kegiatan ini adalah Agus Setiyono dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Kemudian dr. Ratna Sulistyowati dari Kepala Bappeda Litbang menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembanguan, Riset dan Inovasi Daerah.
Muyono Piranata dari Kepala Dinas PKPLH menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Djoko Susanto dari Kepala Dinas Peternakan dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan. Suharto dari Kepala Bakeuda dilantik menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah.
Kemudian Heri Yulianto dari Kepala BKD dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia.
Mengambil sumpah dan pelantikan ini, Bupati Trenggalek menyampaikan memilih yang baik diantara yang baik itu tidak gampang.
Menurutnya "jabatan itu semakin lama semakin mengerucut seperti piramida. Saya bekerja dengan 4 sampai 5 Kabid dan ketika ada kursi pimpinan kosong saya harus memilih dari 4 atau 5 itu yang terbaik. Biar tidak demotivasi umpama kita angkat jadi kepala dinas di tempat lain, tapi di tempat lain tidak punya pengalaman. Dan kabidnya lebih tahu. Apakah enak yang seperti ini," ucapnya Rabu (31/12) di Ruang Paringhitan Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.
Masih menurut Mas Ipin, "saya terima kasih sudah dibantu sejauh ini. Tapi apakah ada celah atau kekurangan seperti penyesuaian ini, mungkin yang dianggap oleh masyarakat birokrasi itu mbulet ya seperti ini. Tahap yang harusnya tidak perlu dilalui mungkin bisa kita disimpelkan. Hari ini tidak ada yang promosi dan mungkin hanya geser karena dinasnya digabung sehingga sekretarisnya tidak mungkin dua. Maka salah satunya dioptimalkan di tempat lain. Tapi ini tidak banyak kasusnya hanya beberapa saja," sambungnya.
Biarkan yang sudah bekerja ini memperlihatkan kinerjanya. Sambari nanti akan kita evaluasi. Karena beberapa bulan lagi ada posisi kepala dinas yang kosong kemudian juga beberapa bulan lagi posisi Sekda juga kosong.
Kepala daerah muda ini berpesan, selamat tahun baru, dan meski jabatannya masih sama kita terus melakukan sumpah dan janji jabatan. Mungkin ini cara Tuhan mengingatkan untuk setiap waktu memperbaiki kinerja kita.
"Terima kasih telah membersamai saya selama ini dan bila kita masih diberi kesempatan, mari maju bareng-bareng berlari lebih cepat dan melayani lebih baik demi mencapai cita-cita kita sebaik-baiknya dan setulus-tulusnya," tandas Mas Ipin menyampaikan pesannya.
Sementara itu Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto dalam pengambilan sumpah dan pelantikan 108 Pejabat Tinggi Pratama hinga Pejabat Administrator di Kabupaten Trenggalek itu mengatakan, "hari ini kita melaksanakan pengukuhan akibat dari adanya pembentukan struktur organisasi baru di Kabupaten Trenggalek. Ada bebera dinas yang mengalami pemisaha dan juga ada dinas yang digabungkan. Serta ada juga dinas yang berganti nomenklatur," katanya.
(Ferina)
