![]() | |
Nenek 72 Tahun Hidup Sebatang Kara di Lampung Utara, Tak Pernah Terima Bantuan Sosial. |
“Saya aslinya dari Purwokerto, Jawa Tengah. Pindah ke Lampung niatnya mencari kehidupan yang lebih baik. Tapi setelah suami saya meninggal sepuluh tahun lalu, hidup saya makin berat. Saya tidak punya anak, dan saudara pun tidak ada di sini,” ujar Tarsilem, Senin (16/6).
Ia mengaku menjual rumah satu-satunya setelah sang suami wafat demi memenuhi kebutuhan hidup. Kini, di usia senjanya, Tarsilem tak lagi sanggup bekerja dan tak tahu harus meminta tolong kepada siapa.
“Mungkin ini sudah takdir saya, Nak. Saya tinggal di rumah gereja karena tidak punya tempat lain. Bantuan dari pemerintah pun tidak pernah saya terima, padahal sudah lebih dari sepuluh tahun saya tinggal di desa ini,” ucapnya sedih.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Talang Jali, Harun, tidak berada di tempat. Petugas desa yang menerima awak media mengaku tidak mengetahui keberadaan nenek Tarsilem di wilayah mereka, sebuah pernyataan yang cukup janggal mengingat sudah lebih dari satu dekade ia menetap di sana.
Tarsilem berharap pemerintah bisa segera turun tangan. “Saya tidak bisa kerja lagi, Nak. Mau minta sama siapa kalau bukan sama pemerintah?” katanya lirih sambil meneteskan air mata.
(Yusef)