Solidaritas.Online - Terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan pungutan biaya sebesar Rp1.500.000 kepada calon siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang, pihak sekolah memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang, H. Baedowi, S.Pd.I., M.Pd., pada Sabtu (14/02/2026) telah bertemu langsung dengan wali murid EM untuk meluruskan informasi yang beredar.
Dalam pertemuan tersebut, pihak madrasah menegaskan bahwa anak dari EM tetap diterima sebagai siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dan tidak ada paksaan pengunduran diri sebagaimana yang sebelumnya disampaikan.
H. Baedowi menjelaskan bahwa biaya sebesar Rp1.500.000 yang sempat disampaikan merupakan rincian kebutuhan seragam dan atribut sekolah yang sifatnya tidak wajib serta tidak menjadi syarat mutlak dalam proses daftar ulang.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa komunikasi yang terjadi sebelumnya merupakan miskomunikasi antara wali murid dan admin sekolah.
" Saya selaku Kapala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang Meminta maaf kepada wali murid atas kesalah pahaman yang terjadi, bahwa tidak ada kebijakan mengeluarkan atau membatalkan penerimaan siswa hanya karena belum melakukan pembayaran seragam. Siswa tetap diterima sebagai peserta didik," ujar H. Baedowi dalam pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, pihak madrasah menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar ke depan tidak terjadi kesalahpahaman komunikasi, khususnya dalam penyampaian informasi terkait kebutuhan perlengkapan sekolah kepada wali murid.
Menentara itu di tempat yang sama pihak wali murid berterima kasih kepada H. Baedowi, S.Pd.I., M.Pd.,
" Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang dengan mengundang kami untuk klarifikasi terkait kesalah pahaman ini. Dan, Alhamdulillah tidak ada kendala untuk biaya bagi syarat masuk anak saya di sekolah ini " ucap EM selaku wali murid
Dengan adanya pertemuan tersebut, persoalan dinyatakan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Wali murid menerima penjelasan dari pihak sekolah dan memastikan anaknya tetap melanjutkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang.
(Sandy)
